Nvidia kembali mengalami penundaan peluncuran lini kartu grafis RTX 5000 Super. Kabar ini muncul setelah rumor dari Benchlife dan HKEPC menyebut jadwal rilis beberapa varian seperti RTX 5080 Super, 5070 Ti Super, dan 5070 Super digeser ke Q3 2026. Penundaan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga komponen memori GDDR7 yang memicu perubahan strategi produksi.
Penundaan dan Alasan Utama
Rumor terbaru menyebut RTX 5000 Super mungkin tidak dirilis pada 2026 karena fokus Nvidia pada pengembangan AI. Sumber leaker Moore’s Law is Dead memprediksi peluncuran bisa terjadi pada akhir 2026 atau awal 2027. The Information juga melaporkan Nvidia tidak akan merilis GPU gaming baru di 2026, memperparah jeda pasar PC gaming. Penundaan ini disebabkan oleh kenaikan harga komponen memori GDDR7 yang mencapai tiga kali lipat, terutama untuk chip 3GB.
Spesifikasi dan Dampak Teknis
Rumor spesifikasi RTX 5080 Super mencakup 24GB GDDR7, 10.752 CUDA Cores, dan konsumsi daya di atas 400W. RTX 5070 Super dilaporkan memiliki 18GB GDDR7, 6.400 CUDA Cores, serta TDP 275W. Meski performa diperkirakan naik 10% dibanding versi biasa, peningkatan ini masih dalam tahap rumor. Kenaikan biaya produksi memicu kekhawatiran harga jual yang tidak wajar, mengancam keuntungan mitra manufaktur.
Kondisi Pasokan Memori Global
Kenaikan harga memori GDDR7 dipicu oleh permintaan tinggi dari perusahaan AI yang memborong kapasitas DRAM dan NAND. SK Hynix memprediksi 2027 sebagai tahun terberat untuk ketersediaan pasokan memori, dengan permintaan melampaui kapasitas produksi hingga 2030. Kebijakan Nvidia yang memaksa mitra membeli chip secara mandiri memperparah kesulitan produsen.
Dampak pada Industri Gaming dan Konsumen
Penundaan peluncuran RTX 5000 Super berpotensi menciptakan jeda panjang di pasar gaming PC, mengurangi antusiasme penggemar yang menantikan peningkatan performa. Sumber leaker menyebutkan bahwa jika kabar ini benar, konsumen akan menghadapi penantian lebih lama untuk varian Super yang biasanya menjadi pilihan ideal antara harga dan kinerja. Kebijakan Nvidia yang memaksa mitra membeli komponen secara mandiri memperparah tekanan finansial produsen, yang berisiko mengalami kerugian jika menjual di bawah harga eceran yang disarankan. Hal ini juga memicu kekhawatiran tentang ketersediaan alternatif produk di tengah ketidakpastian pasar.
Tantangan Produksi dan Strategi Nvidia
Nvidia menghadapi tantangan signifikan dalam mengatur produksi lini RTX 5000 Super akibat kenaikan harga memori GDDR7 yang tidak terduga. Meski proses manufaktur telah berjalan, penundaan ini memaksa perusahaan untuk meninjau strategi pengembangan. Penggunaan chip GDDR7 3GB diprediksi bisa meningkatkan kapasitas VRAM tanpa mengubah arsitektur bus memori, tetapi biaya produksi yang tinggi mengurangi daya tarik bagi mitra manufaktur. Nvidia kini fokus pada pengembangan AI sebagai prioritas utama, yang mungkin memengaruhi alokasi sumber daya dan jadwal peluncuran GPU gaming di masa depan.
Konsumen yang menantikan varian Super harus bersiap menunggu lebih lama, sementara produsen menghadapi tekanan untuk menyesuaikan strategi. Penundaan ini menunjukkan tantangan industri komputasi grafis di tengah dinamika pasokan memori global.
Sumber
Konten pada halaman ini dibuat dengan bantuan AI. Meskipun kami berupaya menjaga keakuratan informasi, kesalahan atau informasi yang belum diperbarui masih dapat terjadi.
Butuh bantuan memilih layanan hosting?
Hubungi Kami
