PT Trimedia Setiya Data
Berita

Google Perketat Panduan Migrasi Domain: Ini yang Perlu Disiapkan

SetiyaData Teamberita
Google Perketat Panduan Migrasi Domain: Ini yang Perlu Disiapkan

Google memperbarui panduan migrasi situs untuk memperjelas penggunaan fitur Change of Address di Google Search Console. Pembaruan ini penting untuk pemilik website bisnis yang ingin memindahkan domain lama ke domain baru tanpa mengabaikan sinyal SEO yang sudah terbentuk.

Migrasi domain bukan sekadar mengganti alamat website. Jika dilakukan terburu-buru, Google bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami perpindahan tersebut. Dampaknya dapat terasa pada performa pencarian, proses crawling, indexing, dan konsistensi traffic organik.

Apa itu Change of Address di Search Console?

Change of Address adalah tool di Google Search Console yang membantu pemilik website memberi tahu Google bahwa situs berpindah dari satu domain lama ke domain baru.

Tool ini digunakan untuk migrasi domain, misalnya dari example.com ke new-example.net. Tujuannya adalah membantu Google memproses perpindahan sinyal dari domain lama ke domain baru, termasuk sinyal yang berkaitan dengan ranking dan histori crawl.

Namun, tool ini bukan untuk semua jenis perubahan website. Google secara spesifik membatasi kapan Change of Address sebaiknya digunakan.

Kapan Change of Address tidak perlu digunakan?

Google tidak menyarankan penggunaan Change of Address untuk beberapa skenario berikut:

  • Migrasi dari HTTP ke HTTPS. Perubahan protokol ini cukup ditangani dengan konfigurasi HTTPS, redirect yang benar, canonical, dan update internal link.
  • Mengubah struktur URL kategori atau path. Misalnya dari /blog/ ke /artikel/. Ini bukan migrasi domain.
  • Berpindah antara versi www dan non-www. Misalnya dari www.example.com ke example.com.
  • Pindah web hosting atau CDN dengan URL yang tetap sama. Jika alamat halaman tidak berubah, Change of Address tidak diperlukan.

Dengan kata lain, Change of Address dipakai saat domain benar-benar berubah, bukan saat hanya mengganti hosting, CDN, protokol, atau struktur folder.

Pembaruan penting dari Google

Dalam panduan terbarunya, Google menekankan bahwa migrasi domain sebaiknya mencakup semua varian domain lama yang relevan. Ini termasuk subdomain, versi www, dan versi non-www, bahkan jika sebagian varian tersebut tidak aktif digunakan.

Contohnya, jika website berpindah dari domain lama ke domain baru, pemilik website perlu memastikan varian seperti:

  • example.com
  • www.example.com
  • en.example.com
  • subdomain lain yang pernah dipakai atau berpotensi dirayapi Google

Semua varian tersebut sebaiknya diverifikasi di Search Console sebelum mengajukan Change of Address.

Kenapa semua varian domain perlu diperhatikan?

Dalam praktiknya, Google bisa menemukan website dari banyak pola URL. Link lama dari website lain, konfigurasi DNS, sitemap historis, redirect lama, atau internal link yang belum dibersihkan bisa membuat Google tetap mencoba mengakses varian domain tertentu.

Jika hanya satu versi domain yang dimigrasikan, sementara varian lain tertinggal, proses perpindahan sinyal dapat menjadi kurang rapi. Hal ini bisa menimbulkan masalah teknis seperti canonical yang tidak konsisten, redirect yang tidak lengkap, atau crawl ke alamat lama yang seharusnya sudah diarahkan.

Intinya, migrasi domain bekerja lebih baik ketika semua varian situs dipindahkan dengan benar.

Checklist migrasi domain untuk website bisnis

Sebelum memindahkan domain, siapkan proses teknisnya dengan rapi. Berikut checklist yang bisa digunakan:

1. Inventaris semua versi domain lama

Catat semua varian domain yang pernah digunakan, termasuk www, non-www, subdomain bahasa, subdomain aplikasi, atau subdomain lama yang masih memiliki backlink.

2. Verifikasi semua varian di Search Console

Pastikan semua varian domain lama dan domain baru sudah terverifikasi. Tanpa verifikasi, permintaan Change of Address tidak bisa dikelola dengan baik.

3. Siapkan redirect 301

Gunakan redirect permanen dari URL lama ke URL baru yang paling relevan. Jika memungkinkan, arahkan halaman lama ke halaman baru dengan konten yang setara, bukan semuanya ke homepage.

4. Periksa canonical di domain baru

Setelah redirect aktif, pastikan canonical di halaman baru sudah menunjuk ke URL baru. Jangan biarkan canonical masih mengarah ke domain lama.

5. Update internal link dan sitemap

Ganti internal link agar langsung menuju domain baru. Submit sitemap baru di Search Console untuk membantu Google menemukan URL terbaru.

6. Pertahankan redirect dalam jangka panjang

Google menyarankan redirect dipertahankan selama mungkin, setidaknya sekitar satu tahun. Untuk pengalaman pengguna, redirect lama sering kali lebih aman dipertahankan lebih lama, terutama jika masih ada backlink atau bookmark yang mengarah ke domain lama.

7. Pantau performa setelah migrasi

Pantau laporan indexing, crawl error, traffic organik, dan halaman yang kehilangan performa. Migrasi domain biasanya membutuhkan waktu untuk stabil, jadi pemantauan pasca-migrasi sama pentingnya dengan persiapan awal.

Migrasi hosting berbeda dengan migrasi domain

Penting untuk membedakan migrasi domain dan migrasi hosting. Jika website hanya pindah dari hosting lama ke hosting baru tetapi domain dan URL tetap sama, Change of Address tidak diperlukan.

Dalam kasus pindah hosting, fokus utamanya adalah memastikan file, database, email, SSL, DNS, dan konfigurasi server berpindah dengan benar. Setelah propagasi DNS selesai, URL website tetap sama sehingga Google tidak perlu diberi sinyal migrasi domain melalui tool Change of Address.

Kesimpulan

Pembaruan panduan Google menegaskan bahwa migrasi domain perlu dilakukan secara lengkap, termasuk memperhatikan subdomain, versi www, dan versi non-www. Semua varian lama yang relevan perlu diverifikasi di Search Console dan dimigrasikan dengan benar agar Google lebih mudah memahami perpindahan situs.

Untuk pemilik website bisnis, migrasi sebaiknya tidak dilakukan hanya dengan mengganti DNS atau mengaktifkan redirect seadanya. Siapkan inventaris URL, verifikasi Search Console, redirect 301, canonical, sitemap, dan pemantauan pasca-migrasi.

SetiyaData membantu proses migrasi website dari hosting lama ke layanan baru dengan pengecekan file, database, DNS, SSL, dan konfigurasi dasar. Jika migrasi juga melibatkan perubahan domain, pastikan rencana SEO teknisnya disiapkan sejak awal agar perpindahan lebih rapi dan risiko penurunan traffic bisa ditekan.

Butuh bantuan memilih layanan hosting?

Hubungi Kami