Cara Upload Website ke Hosting lewat cPanel sampai Online
Setelah website selesai dibuat di komputer lokal, langkah berikutnya adalah mengupload website ke hosting agar dapat diakses melalui internet. Proses ini penting untuk pemilik bisnis, developer, blogger, maupun tim marketing yang ingin menampilkan website secara online menggunakan domain sendiri.
cPanel menjadi salah satu control panel hosting yang paling banyak digunakan karena menyediakan fitur pengelolaan file, database, email, SSL, domain, subdomain, dan backup dalam satu dashboard. Dengan mengikuti langkah yang benar, upload website ke hosting bisa dilakukan lebih rapi dan minim error.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Upload Website?
Sebelum mulai upload, pastikan layanan hosting sudah aktif dan Anda memiliki akses cPanel. Pastikan juga domain sudah aktif dan mengarah ke hosting. Jika domain dan hosting dibeli dari provider berbeda, Anda mungkin perlu mengubah nameserver atau DNS terlebih dahulu.
Siapkan file website yang akan diupload. Untuk website statis, file utama biasanya berupa index.html, folder gambar, CSS, dan JavaScript. Untuk website berbasis PHP atau CMS, Anda juga perlu menyiapkan database, file konfigurasi, dan informasi versi PHP yang dibutuhkan.
Jika website menggunakan database, ekspor database dari server lama atau komputer lokal dalam format .sql. File ini nantinya akan diimport melalui phpMyAdmin di cPanel.
1. Login ke cPanel Hosting
Masuk ke cPanel melalui URL:
namadomain.com/cpanel
Anda juga bisa mengakses cPanel melalui client area penyedia hosting. Gunakan username dan password yang diberikan saat layanan hosting aktif.
2. Buka File Manager
Setelah masuk ke cPanel, cari menu File Manager. Menu ini digunakan untuk mengelola file dan folder website di server.
Untuk domain utama, folder yang biasanya digunakan adalah public_html. Semua file yang berada di folder ini dapat diakses melalui domain utama. Jika Anda menggunakan addon domain atau subdomain, lokasi folder bisa berbeda sesuai konfigurasi.
3. Upload File Website ke public_html
Masuk ke folder public_html, lalu klik Upload. Agar proses lebih cepat, kompres file website menjadi .zip sebelum diupload.
Setelah file .zip selesai diupload, kembali ke File Manager. Klik kanan file tersebut, lalu pilih Extract. Pastikan hasil ekstrak langsung berada di dalam public_html, bukan di dalam folder tambahan yang membuat struktur website menjadi salah.
Struktur yang benar biasanya seperti ini:
public_html/index.html
public_html/assets/
public_html/css/
public_html/js/
Hindari struktur seperti:
public_html/website/index.html
Jika file utama berada di folder tambahan, website bisa tidak tampil saat domain dibuka.
4. Pastikan File Index Tersedia
File index adalah file pertama yang dibaca server saat pengunjung membuka domain. Nama file yang umum digunakan adalah index.html, index.php, atau index.htm.
Pada server Linux, huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi, Index.html tidak sama dengan index.html. Gunakan nama file huruf kecil agar lebih aman dan standar.
5. Buat Database Jika Diperlukan
Jika website Anda hanya berupa HTML, CSS, dan JavaScript, langkah database bisa dilewati. Namun, jika website menggunakan WordPress, Laravel, CodeIgniter, atau aplikasi PHP custom, Anda perlu membuat database.
Buka menu MySQL Databases di cPanel. Buat database baru, buat user database, tentukan password kuat, lalu tambahkan user ke database dengan hak akses yang diperlukan. Catat nama database, username, password, dan host database.
Pada banyak hosting cPanel, host database menggunakan localhost, kecuali provider memberikan informasi berbeda.
6. Import Database melalui phpMyAdmin
Buka menu phpMyAdmin di cPanel. Pilih database yang sudah dibuat, lalu buka tab Import. Pilih file .sql dari komputer Anda dan jalankan proses import.
Jika import berhasil, tabel database akan muncul. Jika file database terlalu besar dan gagal diupload, hubungi support hosting atau gunakan metode command line jika hosting mendukung SSH.
7. Sesuaikan File Konfigurasi Website
Setelah file dan database berhasil diupload, sesuaikan file konfigurasi website. Untuk WordPress, file ini bernama wp-config.php. Untuk Laravel, konfigurasi ada di .env. Untuk aplikasi custom, namanya bisa berbeda, seperti config.php atau database.php.
Pastikan nama database, username, password, dan host database sudah benar. Jika salah, website biasanya menampilkan error koneksi database.
8. Cek Permission File dan Folder
Permission yang salah dapat menyebabkan website gagal membaca file, gagal upload gambar, atau menampilkan error. Secara umum, folder menggunakan permission 755, sedangkan file menggunakan 644.
Hindari permission 777 karena berisiko membuka akses terlalu luas. Jika website error setelah upload, permission file dan folder adalah salah satu hal pertama yang perlu dicek.
9. Aktifkan SSL untuk HTTPS
Setelah website online, aktifkan SSL agar website bisa diakses menggunakan HTTPS. SSL membuat koneksi lebih aman dan meningkatkan kepercayaan pengunjung.
Di cPanel, SSL biasanya tersedia melalui menu SSL/TLS, AutoSSL, atau Let's Encrypt SSL. Setelah SSL aktif, akses website menggunakan https://namadomain.com. Jika masih mengarah ke HTTP, aktifkan redirect HTTPS melalui cPanel atau file .htaccess.
10. Uji Website Setelah Upload
Buka domain melalui browser dan cek seluruh halaman penting. Pastikan gambar muncul, navigasi berjalan, form kontak terkirim, halaman login bisa dibuka, dan link internal tidak rusak.
Jika gambar tidak muncul, kemungkinan path file salah atau folder asset belum terupload. Jika muncul error 500, cek file .htaccess, versi PHP, permission, atau konfigurasi aplikasi. Jika error database muncul, periksa kembali informasi koneksi database.
Kesimpulan
Cara upload website ke hosting lewat cPanel dimulai dari login cPanel, membuka File Manager, mengupload file ke public_html, memastikan file index tersedia, membuat database jika dibutuhkan, import database, menyesuaikan konfigurasi, mengaktifkan SSL, dan melakukan pengecekan akhir.
Untuk website statis, prosesnya relatif sederhana. Untuk website berbasis database, perhatikan database, konfigurasi koneksi, versi PHP, dan permission file. Dengan langkah yang rapi, website dapat online lebih cepat, aman, dan minim error.
Butuh bantuan memilih layanan hosting?
Hubungi Kami
